Sejarah Pujon

Sejarah Pujon

Sejarah Pujon dapat di telusuri dari peninggalan arkeologi dari zaman imperial atau zaman kerajaan terdiri dari patung atau arca, puing-puing bangunan dan makam-makam kuno yang juga terdapat kepunden atau bisa juga prasati yang tersebar di beberapa desa di Kecamatan Pujon, ada beberapa kerajaan yang pada zaman dahulu sempat menjadikan daerah Pujon sebagai tempat yang fungsinya untuk kepentingan kerajaan, di antaranya adalah kerajaan Kediri, kerajaan Singasari dan kerajaan Majapahit, ada juga beberapa makam kuno yang menurut legenda adalah makam pendiri atau orang yang pertama kali membuka lahan pemukiman yang di namakan Pujon.

Salah satu contoh sejarah Pujon yang di yakini peninggalan dari kerajaan Kediri dan kerajaan Singasari adalah batu bersusun menyerupai puing-puing sebuah benteng, masyarakat menyebutnya dengan nama “Watu Gilang” yang menurut sebagian ilmuan bidang arkeologi sejarah Pujon menyebutkan bahwa batu bersusun yang terdapat di salah satu pegunungan dan pebukitan wilayah pujon tersebut adalah sebuah bangunan benteng yang di bangun oleh kerajaan Kediri untuk menahan serangan dari kerajaan tetangga yang di sinyalir tidak pernah akur karena perebutan wilayah kekuasaan yaitu kerajaan Singasari, situs  batu bersusun yang di sinyalir adalah sebuah benteng tersebut terdapat di salah satu desa di Kecamatan Pujon yaitu desa Ngabab.

Sejarah Pujon

Menelusuri sejarah Pujon dari segi asal-usul yang mengarah pada suatu pemantapan yang bisa di jadikan bahan materi pembahasan ilmiah sejarah Pujon yang mengupas tentang terjadinya nama suatu daerah dalam hal ini awal mulanya sebuah nama daerah Pujon itu sendiri. Pertama sumberdari desa Pujonlor yang mengisahkan awal mula nama Pujon berasal dari nama seorang pertapa bernama Fauzan, yang terkenal arif dan bijak sana serta ketaatannya kepada Tuhan sehingga kharisma sosok Fauzan terkenal hingga ke seluruh daerah lain di sekitar pemukiman terpencil yang dia tempati, kemudian seluruh masyarakat dari berbagai daerah menyebut tempat yang ditempati pertapa yang bernama Fauzan tersebut dengan sebutan Pujon yang di ambil dari nama seorang pertapa yang bernama Fauzan. Sejarah Pujon berikutnya berasal dari istilah pujan yang berarti tempat pemujaan, karena pada zaman dahulu ada suatu tempat di Pujon yang di yakini oleh masyarakat dari daerah lain sangat baik untuk memuja di salah satu bukit dan pegunungan di daerah tersebut, dalam artian masyarakat zaman dahulu melakukan ritual dengan maksut-maksut tertentu, sehinnga masyarakat daerah lain menyebut tempat itu dengan istilah Pujon yang berarti tempat pemujaan.

situs-watu-gilang-malang-211x300

Sejarah Pujon

Share Button

Pegunungan dan perbukitan

Pegunungan dan perbukitan

Kecamatan Pujon memang dataran tinggi yang juga dikelilingi pegunungan dan perbukitan yang bisa di manfaatkan sebagai lahan yang berpotensi sebagai penghasilan masyarakat ataupun penghasilan daerah, masyarakat Kecamatan Pujon yang berprofesi sebagai petani pada umumnya memanfaatkan tanah di pegunungan dan perbukitan untuk di jadikan lahan pertanian atau perkebunan tanpa merusak keseimbangan alam, contoh nya tetap menanam pohon-pohon untuk mencegah bencana tanah longsor dan bencana banjir. Pemanfaatan dari segi penghasialan daerah adalah dibukanya pegunungan dan perbukitan di Kecamatan Pujon sebagai tempat pariwisata.

Ada beberapa pegunungan dan perbukitan di Kecamatan Pujon  yang memang berpotensi sebagai tempat pariwisata, tapi masih hanya satu yang sudah di buka oleh pengelola untuk di jadikan wisata paralayang, yaitu bukit sebelah timur Kecamatan Pujon yang berbatasan dengan kota Batu, mayarakat sekitar biasa menyebut bukit ini dengan sebutan “Gunung Banyak” atau dalam artian bahasa Indonesia mempunyai arti gunung angsa, di gunung banyak sendiri mempunyai panorama atau pemandangan yang sangat bagus baik pada waktu siang atau pada malam hari, pada waktu siang dari puncak gunung banyak para wisatawan atau pengunjung bisa melakukan atau hanya melihat saja  kegiatan dari para pecinta olah raga paralayang yaitu orang olah raga yang menggunakan parasut, pengunjung juga bisa menikmati keindahan akan panorama kota batu dari puncak gunung banyak itu sendiri, pada waktu malam hari pengunjung masih bisa menikmati keindahan  kota Batu yang bersinar di malam hari dari  setiap jutaan lampu-lampu yang menyala.

Pegunungan dan perbukitan

Gunung Banyak

Dari beberapa ketinggian pegunungan dan perbukitan di Kecamatan Pujon itu sendiri bisa dilihat keindahan  seluruh Kecamatan Pujon, misalnya dari gunung kawi yang terletak tepat di sebelah selatan Kecamatan Pujon, ada beberapa desa yang perbatasannya memasuki area sebelah utara kaki gunung   kawi, ada suatu tempat yang menarik untuk melihat keindahan alam dari seluruh daerah di Kecamatan Pujon dari ketinggian puncak gunung kawi.

Dari struktur daerah Kecamatan Pujon yang tergolong dataran tinggi yang dikelilingi pegunungan dan perbukitan membuat daerah Kecamatan pijon memiliki udara yang sejuk dan segar dan bebas dari polusi udara, karena di daerah Kecamatan Pujon tidak ada satupun pabrik yang proses perindustrinya menimbulkan dampak pencemaran lingkungan.

Pegunungan dan perbukitan

Share Button

Peternakan di Pujon

Peternakan di Pujon dominan dengan peternakan sapi perah, adalah suatu sektor perekonomian yang juga potensial bagi masyarakat Kecamatan Pujon pada umumnya, karena selain bertani masyarakat kebanyakan juga memiliki binatang ternak dalam hal ini adalah sapi perah, dengan berpikir secara praktis masyarakat yang berprofesi sebagai petani, memiliki cara mudah yang tidak jauh dari bidang pertanian juga, yaitu setelah selesai pekerjaannya di sawah atau kebun, mereka sekalian membawa rumput yang sengaja mereka tanam di sekitar lahan pertanian atau perkebunan mereka untuk di bawa pulang.

Peternakan di Pujon

Peternakan di Pujon

Peternakan di Pujon

Peternakan di Pujon di mulai sekitar tahun 1960 hingga sekarang, pada mulanya saat itu masyarakat belum mengerti manfaat dan kegunaan dari hasil dengan berprofesi sebagai peternak sapi perah, jadi masyarakat Kecamatan Pujon pada saat itu belum banyak yang berprofesi sebagai peternak sapi perah, sehingga kondisi seperti itu membuat koperasi yang didirikan untuk mengelola susu dari hasil sapi perah milik para peternak pada waktu itu sempat mengalami kemacetan usaha, kejadian itu dapat terselesaikan setelah di adakan perombakan pengurus yang di pelopori oleh bapak H. Kalam Tirto Rahadjo perkembangan usaha dari koperasi tersebut lambat laun menjadi berkembang dan menjadi besar sampai saat ini, terbukti dengan jumlah masyarakat yang mulai banyak memiliki sapi perah dan jumlah volume susu sapi segar yang terus meningkat setiap tahunnya.

Perternakan di pujon mempunyai beberapa manfaat antaralain, susu segar yang di hasilkan sapi perah tersebut dapat menambah pendapatan dalam segi keuangan para peternak sapi perah, kotoran sapi perah bisa di pakai untuk pupuk tanaman pertanian atau perkebunan dan kotoran sapi perah juga bisa di olah menjadi bahan bakar untuk dapur rumah tangga dan lampu penerangan dengan sitim biogas, yaitu mengolah kotoran sapi dengan cara menampung kotoran sapi perah pada suatu ruangan kedap udara sehingga kotoran tersebut mengalami proses penguraian yang di lakukan oleh bakteri yang terkandung di dalam kotoran sapi perah tersebut sehingga menghasilkan gas yang mudah terbakar bila tersulut oleh api, bakteri dalam kotoran sapi tersebut di namakan bakteri “ecoli”.

Peternakan di Pujon sampai sekarang memang menjadi tumpuan perkonomian bagi sebagian masyarakat Kecamatan Pujon, sehingga menjadikan Kecamatan Pujon dikenal menjadi daerah dengan komoditi susu segar disamping hasil bumi atau hasil pertanian dan perkebunannya.

Peternakan di Pujon

Share Button

Pertanian dan perkebunan di kecamatan Pujon

Pertanian dan perkebunan di kecamatan Pujon

Pertanian dan perkebunan di kecamatan Pujon sangatlah berpotensi dalam hal mengangkat  perekonomian bagi sebagian masyarakat  kecamatan pujon, karena kondisi tanah yang subur dan mudah pengolahannya juga di dukung dengan jumlah sungai yang tanpa henti mengalir karena banyaknya sumber/mata air membuat aktifitas pertanian dan perkebunan di kecamatan Pujon sangat diminati oleh sebagian masyarakat kecamatan Pujon yang sebagian b esar memang berprofesi sebagai petani dan peternak.
Berbagai macam sayuran dan beberapa jenis buah-buahan yang berkualitas tinggi selalu di hasilkan dari pertanian dan perkebunan di kecamatan Pujon, karena keseluruhan para petani di kecamatan pujon cukup banyak pelajaran dan ilmu dari mulai pengolahan tanah yang praktis dan efisien sampai cara perawatan tanaman selama proses tanam sampai masa panen, juga penggunaan bahan insektisida dan bahan kimia yang ramah lingkungan  untuk menanggulangi berbagai macam hama dan antisipasi keadaan cuaca yang tidak baik untuk tanaman sayur dan buah-buahan.
pertanian dan perkebunan di kecamatan pujon

pertanian dan perkebunan di kecamatan pujon

Untuk mengatur dan mengendalikan pertanian dan perkebunan di kecamatan Pujon di dirikanlah pusat agrobisnis di kecamatan pujon yang sifatnya memberikan informasi kepada para petani di kecamatan Pujon tentang musim tanam dari berbagai tempat di daerah lain selain kecamatan pujon yang sangatlah mempengaruhi harga panen sayur dan buah-buahan milik para petani di daerah kecamatan Pujon, sehingga para petani di kecamatan pujon bisa menyesuaikan tanaman apa yang lebih baik untuk mereka tanam agar para petani tersebut tidak mengalami kemrosotan harga sayur dan buah-buahan, informasi harga sayur dan buah-buahan di tempat agribisnis di kecamatan Pujon ini selalu berubah-ubah, karena juga menyesuaikan kebutuhan akan sayur dan buah-buahan dari daerah lain dan kebutuhan di daerah kecamatan Pujon itu sendiri, di samping memberikan informasi dari harga dan musim tanam dari daerah lain, pusat agribisnis ini sendiri juga menyediakan tempat untuk bertransaksi jual atau beli sayur dan buah-buahan bagi para tengkulak, baik untuk sayur dan buah-buahan yang akan di kirim ke daerah lain atau sayur yang akan atau sudah di datangkan ke kecamatan pujon. Maka dari itu pusat agribisnis mempunyai peranan penting untuk kelancaran dan kesuksesan pertanian dan perkebunan.
Pertanian dan perkebunan di kecamatan Pujon
Share Button

Tentang Pujon

Tentang Pujon | Pujon adalah daerah tingkat.3 atau daerah tingkat kecamatan atau Kecamatan Pujon, merupakan daerah dataran tinggi,yang memiliki banyak mata air dan  di kelilingi pegunungan dan perbukitan,memiliki ketinggian kurang lebih 1300m dari permukaan laut, terletak di kabupaten Malang bagian barat, atau tepatnya 60km dari pusat pemerintahan Tentang Pujon berbatasan dengan kecamatan Ngantang dan kotatif Batu dari arah barat dan timur, dari arah utara dan selatan berbatasan dengan kabupaten Mojokerto dan kabupaten Blitar (Sumber Wikipedia). berikut sekilas Tentang Pujon

tentang pujon

Tentang Pujon

Tentang Pujon atau selayang pandang pujon | Pujon dikenal juga daerah penghasil berbagai macam sayur-sayuran, buah-buahan dan juga penghasil susu sapi, dengan ketinggian tersebut daerah pujon sangat baik untuk aktifitas dalam segi pertanian dan perkebunan, karena keadaan tanah yang subur dan suhu udara yang mendukung, maka hasil panen yang berkualitas bisa mudah didapat dengan cara pengolahan tanah dan perawatan tanaman yang cukup mudah, tidak hanya itu pujon juga temasuk daerah peternak sapi perah, karena sebagian masyarakat pujon juga peternak sapi perah, untuk rata-rata jumlah volume susu sapi di pujon dari setiap peternak setiap harinya bisa mencapai kisaran antara 40-50 ton/harinya, menyingkapi banyaknya jumlah susu dari  para peternak sapi perah di pujon maka di dirikan sebuah koperasi di pujon yang mengatur penampungan dan pendistribusian susu sapi, tidak hanya itu koperasi di pujon juga melayani kebutuhan konsumsi pendukung dan layanan kesehatan untuk setiap sapi perah milik peternak yang sudah tergabung menjadi anggota koperasi tersebut.

Tentang Pujon | Karena di kelilingi gunung dan perbukitan, Pujon juga memiliki beberapa tempat yang berpotensi untuk tujuan wisata, di antaranya wisata air terjun, wisata mendaki gunung, wisata petik buah, dan wisata arung jeram (rafting). ada  beberapa Air terjun di pujon baik yang sudah bisa di tempuh dengan kendaraan atau yang hanya bisa di tempuh dengan jalan kaki untuk mencapai pusat lokasi air terjun, air terjun yang bisa d capai dengan kendaraan antaralain adalah air terjun coban rondo, coban tengah, dan coban sewu, adapun yang hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki adalah air terjun coban manten, air terjun sumber pitu, dan coban kodok.

Share Button

Selayang Pandang Pujon

Selayang pandang pujon | Pujon adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kecamatan Pujon di sebelah utara dibatasi Kabupaten Mojokerto; Kota Batu di timur; Kecamatan Dau dan Kabupaten Blitar di selatan; dan Kecamatan Ngantang di sebelah barat. Dapat dituju melalui bus jurusan Malang – Jombang – Tuban/Bojonegoro dan Malang – Kediri – Ponorogo.

selayang pandang pujon

Kecamatan Pujon terletak di dataran tinggi yang memungkinkan pengusahaan hortikultura dan peternakan sapi. Hasil utama antara lain sayur-sayuran, buah-buahan, dan susu sapi. Produksi susu sapi khusus dikelola oleh Koperasi Susu SAE yang didirikan tahun 1962 selain berperan sebagai koperasi peternak. Produk susu sapi asal Pujon dikirim ke perusahaan susu sapi Nestle di Pasuruan. Menurut Koperasi Susu SAE, produksi susu tahun 2009 sebanyak 99,4 liter per hari yang dihasilkan 24.248 ekor sapi. Berbagai produk pertanian dan susu sapi merupakan oleh-oleh khas daerah setempat.

Bersama Kecamatan Poncokusumo, Kecamatan Jabung, dan Kecamatan Dau, Pujon ditetapkan sebagai salah satu tempat pembiakan bunga-bunga hias, terutama bunga seruni, untuk memenuhi pangsa pasar tanaman hias.
Peternakan sapi di Pujon, sudah dikembangkan bahkan sebelum kemerdekaan.

Kecamatan Pujon masih memiliki lingkungan alam yang masih terjaga dan menjadi tujuan wisata, seperti air terjun Coban Rondo, tempat mandi-mandi “Dewi Sri”, dan Best West. Namun, akbat penebangan hutan di gunung secara serampangan, beberapa desa di Kecamatan Pujon dilanda banjir bandang yang memakan korban tanggal 25 Februari 2010. Objek wisata air terjun juga sempat ditutup karena dianggap rawan tanah longsor.

Menurut Kepala Badan Keluarga Berencana (KB) Kabupaten Malang, pada tahun 208, Kecamatan Pujon berada di peringkat tiga sebagai daerah dengan warga yang menikah muda terbanyak setelah Kecamatan Jabung dan Kecamatan Ngantang, berkontribusi terhadap tingginya natalitas Kabupaten Malang, 1,09 % per tahunnya.

Share Button